SEMOGA SEMUA PEMBACA SODASOSIAL BISA MENGERJAKAN UN DENGAN LANCAR DAN MENDAPAT NILAI YANG DIINGINKAN, AMIIIN
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts

Wednesday, July 18, 2012

Publikasi Hasil Penelitian Sosial


PUBLIKASI HASIL PENELITIAN :

A.      FUNGSI
1 mengembangkan ilmu pengetahuan
2. lingkungan atau masyarakat/ kondisi sosial selalu ada perubahan
3. dapat diaplikasi

B.      Jenis Publikasi
1.       Laporan lengkap
2.       Catatan pendek
3.       Makalah atau artikel
4.       Monografi (Artikel)
5.       Wujud (Buku)

C.      Saluran Publikasi Hasil Penelitian
1.       Melalui media massa
2.       Melalui diskusi
3.       Presentasi (seminar)

Struktur Sosial

Pengertian
Struktur sosial dapat diartikan sebagai tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok kelompok sosial dalam masyarakat

Unsur Unsur Struktur Sosial (Menurut Soleman B. Taneko)
Ciri Ciri Struktur Sosial
  • hanya terdapat pada kelompok masyarakat yang memiliki status dan peran sosial
  • bersifat dinamis (selalu mengalami perubahan fungsi seiring perubahan zaman)
  • setiap struktur sosial membentuk kebudayaan yang berbeda dan dipengaruhi keadaan geografis, profesi, dan pembangunan
Fungsi Struktur Sosial
  • Fungsi Identitas: memberikan unsur penegas bagi suatu kelompok sosial
  • Fungsi Kontrol: membatasi setiap perilaku anggotanya
  • Fungsi Pembelajaran: masyarakat dapat mempelajari struktur sosial masyarakat yang lain 

Stratifikasi Sosial

A. PENGERTIAN 

Pengelompokan anggota masyarakat menjadi kelas-kelas (secara vertikal) yang dikarenakan adanya sesuatu yang dihargai lebih oleh masyarakat.

B. TERJADINYA STRATIFIKASI SOSIAL

  1. Terjadi dengan sendirinya, stratifikasi yang terjadi secara alami, contohnya adalah tingkat umur.
  2. Terjadi dengan disengaja, stratifikasi yang terjadi karena adanya kesepakatan dalam kelompok/masyarakat, contohnya adalah kekuasaan dan wewenang.

C. SIFAT STRATIFIKASI SOSIAL

1. Terbuka
    Memungkinkan adanya perpindahan kelas dalam masyarakat, biasanya terjadi pada masyarakat modern. Seperti masyarakat perkotaan, masyarakat industri dan lain sebagainya. Stratifikasi terbuka dapat digambarkan seperti berikut ini:



2. Tertutup
    Tidak memungkinkan adanya perpindahan kelas dalam masyarakat, biasanya terjadi pada masyarakat yang masih menganut paham tradisional/kuno atau masyarakat feodal. Seperti yang terdapat dalam masyarakat yang masih menganut sistem kasta Stratifikasi tertutup dapat digambarkan sebagai berikut ini:



3. Campuran
    Ada stratifikasi yang bersifat campuran, yaitu terbuka sekaligus tertutup. Contohnya, Si A adalah orang Bali, di Bali ia termasuk dalam kasta waisya, namun ketika ia pindah ke Jawa, kasta tersebut tidak berlaku, sehingga bisa dikatakan is mengalami sistem stratifikasi sosial campuran. Stratifikasi campuran dapat digambarkan sebagai berikut:



Monday, July 2, 2012

Mobilitas Sosial

Pengertian
Mobilitas (mobilis: pergerakan) Sosial adalah pergerakan yang terjadi pada struktur sosial, baik secara vertikal maupun horizontal

JENIS JENIS MOBILITAS SOSIAL:

Mobilitas Sosial Vertikal
  • Mobilitas Vertikal Naik, masuknya kedudukan individu dari status rendah menuju status yang lebih tinggi. cont: dari guru biasa menjadi kepala sekolah
  • Mobilitas Vertikal Turun, menunjukkan adanya perpindahan status individu menuju status yang lebih rendah. cont: dari artis menjadi pedagang kaki lima
Mobilitas Sosial Horizontal

Mobilitas horizontal menggambarkan perpindahan status individu dari kelompok / status sosial A menuju B yang masih sederajat. cont: Pak Eki dari guru matematika berubah menjadi guru akuntansi

Mobilitas Lateral

Mobilitas lateral menunjukkan perpindahan individu atau kelompok (biasanya berpindah wilayah). tidak mengubah status seseorang secara langsung. ada dua jenis:
  • Mobilitas Permanen, menunjukkan adanya perpindahan kewilayahan yang bersifat menetap. (transmigrasi)
  • Mobilitas Non Permanen, menunjukkan perpindahan kewilayahan individu dalam jangka pendek.
 Mobilitas Struktural

Mobilitas struktural terjadi akibat adanya inovasi teknologi, pertumbuhan ekonomi, peperangan, dan kejadian lain yang berpengaruh pada perubahan struktur sosial masyarakat.

Mobilitas Intragenerasi

Mobilitas yang dialami seseorang selama hidupnya atau dalam satu generasi. (biasanya antar saudara) 

Mobilitas Antargenerasi

Mobilitas yang sering terjadi antar generasi atau lebih (dari ayah ke anak: ayahnya petani anaknya jadi guru = vertikal naik antargenerasi)

Tuesday, June 5, 2012

Pranata Sosial

Pengertian
Pranata adalah sistem norma atau aturan mengenai aktivitas masyarakat yang khusus.

Perbedaan pranata dengan lembaga

Pranata
  • Sistem norma atau aturan mengenai aktivitas masyarakat yang khusus
  • Tidak memiliki simbol
  • Bersifat abstrak

Lembaga
  • Badan / wadah/ organisasi yang melaksanakan aktivitas masyarakat.
  • Memiliki simbol tersendiri
  • Bersifat konkret


Faktor yang menyebabkan pranata sulit untuk berubah :
  • Adanya proses internalisasi pranata sosial yang dialami sejak lahir sampai meninggal merupakan proses yang relatif lama.
  • Adanya kontra sosial yang pada dasarnya merupakan suatu mekanisme yang dijalankan untuk menjamin individu mematuhi norma-norma yang berlaku.


Faktor yang menyebabkan perubahan pranata mudah berubah :

  • Apabila norma yang ada sudah tidak memenuhi kebutuhan manusia karena seiring berjalannya waktu.
  • Kebutuhan jasmani yang cenderung semakin kompleks, contohnya : kesehatan, pangan, teknologi, dll.

Thursday, May 24, 2012

Lembaga Sosial

Pengertian
Lembaga Sosial adalah sistem terpola yang menjaga kelakuan individu dan berpusat pada aktivitas khusus guna memenuhi kebutuhan manusia. (Koentjaraningrat)




Syarat Terbentuknya Lembaga Sosial (M. Z. Lawang)
  • diterima sebagian besar masyarakat tanpa adanya penentangan
  • dijiwai atau telah terinternalisasi oleh anggota masyarakat
  • memiliki sanksi yang mengikat kesatuan anggota masyarakat

Tipe Lembaga Sosial

Berdasarkan Perkembangannya:
  • Crescive Institution, lembaga yang bersifat sangat primer, tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat yang ada. cont: Lembaga perkawinan, agama, dan hak waris
  • Enacted Institution, lembaga yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu. cont: Lembaga pendidikan, perdagangan, dan pegadaian.

Wednesday, May 16, 2012

Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri dari beberapa individu yang hidup bersama dengan aturan tertentu.


Syarat Kelompok Sosial (Soerjono Soekanto)
  • adanya kesadaran setiap anggota kelompok bahwa ia adalah bagian dari kelompok
  • adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lainnya
  • ada suatu faktor milik bersama sehingga hubungan antar anggota semakin erat
  • berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku
  • bersistem dan berproses

Tuesday, May 15, 2012

Masyarakat Majemuk

A. Pengertian

Masyarakat majemuk adalah masyarakat yang terdiri dari beranekaragam ras, etnis, suku, agama, kelompok sehingga sulit untuk bersatu dalam suatu kelompok sosial politik.

B. Ciri-ciri Masyarakat Majemuk (Menurut Vandenberg)
  1. Segmentasi kedalam kelompok-kelompok.
  2. Kurang mengembangkan konsensus.
  3. Sering mengalami konflik.
  4. Integrasi sosial atas dasar paksaan.
  5. Dominasi suatu kelompok terhadap kelompok lain (biasanya mayoritas terhadap minoritas).
C. Faktor Penyebab Terjadinya Masyarakat Majemuk
  1. Keadaan Geografis, Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau yang terpisah oleh perairan. Penduduk yang menempati suatu pulau atau daerah tertentu akan tumbuh menjadi suatu suku bangsa.

Monday, May 14, 2012

Perubahan Sosial

A. Pengertian

Perubahan yang terjadi pada unsur-unsur sosial masyarakat.

B. Ciri-ciri Perubahan Sosial
  1. Setertutup apapun suatu masyarakat pasti akan tetap mengalami perubahan meskipun kecil.
  2. Perubahan sosial menjalar dari satu lembaga ke lembaga lain.
  3. Perubahan yang terlalu cepat dapat menyebabkan disorganisasi.
  4. Perubahan sosial tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau spiritual saja, namun keduanya saling berkaitan.

C. Jenis-jenis Perubahan Sosial


  1. Perubahan Sosial Menurut Sifatnya
  • Perubahan Progress, bersifat positif, menuju ke arah perbaikan. Contoh: Perubahan alat yang digunakan petani dari alat manual menjadi mekanis yang mempermudah pekerjaan.
  • Perubahan Regress, bersifat negatif, menuju kepada kemunduran. Contoh: Perubahan tata guna lahan dari yang sebelumnya lahan hijau menjadi kompleks ruka yang mengurangi daerah resapan air.
  2. Perubahan Sosial Menurut Waktunya

Konflik Sosial

Sebab Terjadinya Konflik Sosial
  • perbedaan individu
  • perbedaan kebudayaan
  • perbedaan kepentingan antarindividu / kelompok
  • situasi yang bertolak belakang
  • adanya perubahan sosial

Jenis Konflik Sosial
  • konflik destruktif, muncul karena adanya perasaan tidak senang atau dendam terhadap pihak lain.mengarah pada proses penghancuran.
  • konflik konstruktif, merupakan konflik fungsional karena adanya perbedaan pendapat dari beberapa kelompok hingga akhirnya menghasilkan solusi masalah

Friday, May 11, 2012

Jenis Jenis Penelitian Sosial

Penelitian sosial dibagi menjadi 2 yaitu :

1. Penelitian Kualitatif
    Penelitian yang berlatar belakang pada kenyataan/kejadian alami di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (wawancara, pengamatan, atau dari dokumen).

  A. Ciri dari penelitian kualitatif:
  • Penelitian dilakukan dalam latar sosial yang alamiah
  • Berbentuk deskripsi dan uraian mendalam
  • Menggunakan analisis induktif
  • Biasanya ditetapkan kriteria tertentu untuk objek penelitian atau informan
  B. Bentuk penelitian kualitatif adalah :
  • Penelitian Deskriptif: Memberikan gambaran suatu fenomena atau gejala secara naratif
  • Penelitian Studi Kasus: Mempelajari secara intensif tentang latar belakang suatu kasus/masalah serta interaksi yang bersifat alami dan apa adanya. Penelitian dilakukan secara mendalam, detail, dan komprehensif.
  • Penelitian Historis: Mengumpulkan dan menafsirkan gejala peristiwa yang muncul pada masa lampau
  • Etnografi: Studi yang mendalam terkait perilaku yang terjadi secara alami dan apa adanya di sebuah budaya atau kelompok sosial untuk memahami sebuah budaya tertentu dari sisi pandang pelakunya.
  • Fenomenologi: menafsirkan beragam informasi yang telah digali dan dicatat yang mana membutuhkan interpretasi/penafsiran terhadap suatu hal.

Interaksi Sosial (2): Bentuk Interaksi Sosial

A. Interaksi Asosiatif
  1. Akomodasi
      Akomodasi adalah proses peredaan konflik. Berikut ini macam akomodasi:
  • Koersi, akomodasi dengan paksaan. Contoh: polisi memaksa demonstran untuk bubar dengan gas air mata.
  • Kompromi, masing-masing pihak bertikai mengurangi tuntutannya.
  • Mediasi, menyelesaikan konflik melalui pihak ketiga. Pihak ketiga tersebut kedudukannya sejajar dan keputusannya bersifat imbauan dan tidak mengikat. Contoh: mediasi oleh tokoh masyarakat.
  • Arbitrasi, menyelesaikan konflik melalui pihak ketiga. Pihak ketiga tersebut kedudukannya lebih tinggi dan keputusannya bersifat mengikat. Contoh: PBB
  • Adjudikasi, menyelesaikan konflik melalui jalur hukum. Contoh: Pengadilan
  • Toleransi, bentuk akomodasi tanpa persetujuan resmi/informal. Contoh: Menghargai umat agama lain yang sedang beribadah.
  • Stalemate, keadaan sama imbang/kuat antara kedua belah pihak yang bertikai.
  2. Kerjasama

Interaksi Sosial (1): Pengertian, Ciri, Syarat, dan Faktor Pendukung

A. Pengertian

Hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan individu.

B. Ciri-ciri Interaksi Sosial
  1. Pelakunya lebih dari satu orang.
  2. Adanya komunikasi antar pelaku melalui kontak sosial.
  3. Adanya tujuan yang hendak dicapai.
  4. Adanya dimensi waktu.
C. Syarat Interaksi Sosial
  1. Kontak Sosial, hubungan dengan orang lain, namun tidak selalu melalui kontak fisik. Terdiri atas kontak primer (secara langsung tanpa perantara) dan kontak sekunder (secara tidak langsung atau melalui perantara,
  2. Komunikasi, proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lainnya
D. Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Thursday, May 10, 2012

Media Sosialisasi

berikut identifikasi dari tiap agen / media sosialisasi :

Keluarga
  • keluarga merupakan kelompok primer yang mengawasi perilaku anggotanya secara maksimal
  • orang tua berperan mendidik anak agar kehadirannya dapat diterima masyarakat
  • sosialisasi diberikan oleh orang tua kepada anak agar membentuk ciri khas kepribadian
  • sosialisasi sering bersifat memaksa anak untuk mematuhi nilai dan norma sosial
Kelompok Bermain
  • dilakukan antarteman, baik teman sebaya maupun tidak sebaya
  • terjadi secara ekualitas (equality / sederajat) 
  • hubungan petemanan yang tidak sebaya tetap dapat membentuk hubungan yang sederajat
  • kelompok bermain menentukan cara berperilaku anggotanya
  • mejadi bagian dari subkultur yang dapat memberikan pengaruh positif atau negatif

Wednesday, May 9, 2012

Keteraturan Sosial

Keteraturan sosial adalah suatu kondisi yang menunjukkan hubungan sosial berjalan secara tertib dan teratur sesuai nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Keteraturan sosial berjalan melalui tahap tahap:

1. Pola
bentuk umum dari suatu interaksi dalam masyarakat yang menjadi contoh bagi anggota masyarakat

2. Order
tatanan nilai dan norma yang diakui serta ditaati oleh masyarakat

3. Keajekan
suatu kondisi keteraturan yang tetap dan berangsur terus menerus

4. Tertib Sosial
keselarasan tindakan masyarakat dengan nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat

Masalah Sosial

Pengertian Masalah Sosial

Masalah sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur unsur kebudayaan masyarakat

masalah sosial dibedakan menjadi dua:
  • manifes, masalah sosial muncul akibat adanya ketimpangan antara nilai dan norma sosial yang ada di lingkungan masyarakat, akan tetapi masyarakat mampu mengatasinya
  • laten, masalah sosial yang muncul akibat adanya ketimpangan antara nilai dan norma sosial, tetapi masyarakat sudah tidak mampu mencegah bahkan mengatasi masalah tersebut.
Sebab Terjadinya Masalah Sosial
  • adanya kekurangan dalam individu maupun kelompok sosial
  • adanya bentuk penyimpangan sosial di lingkungan masyarakat
  • adanya pengangguran atau pembatasan sumber alam
  • bertambah dan berkurangnya penduduk
  • ketimpangan yang muncul dalam proses penentuan kebijakan

Pengendalian Sosial

A. Pengertian Pengendalian Sosial

Cara yang digunakan untuk menertibkan dan mendorong seseorang untuk berperilaku sesuai nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

B. Proses dan Sistem Pengendalian Sosial
  1. Mendidik, baik melalui pendidikan formal maupun informal.
  2. Mengajak, yaitu mengarahkan agar berperilaku sesuai nilai dan norma.
  3. Memaksa, yaitu memengaruhi secara tegas agar berperilaku sesuai nilai dan norma.
C. Fungsi Pengendalian Sosial
  1. Mempertebal keyakinan masyarakat akan nilai dan norma yang berlaku.
  2. Menonjolkan kelebihan norma di masyarakat.
  3. Mengembangkan rasa malu dan takut.
  4. Memberi imbalan pada warga yang taat.
  5. Menciptakan sistem hukum.
D. Sifat Pengendalian Sosial

Perilaku Menyimpang

A. Pengertian

Perilaku individu/kelompok yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

B. Ciri-ciri Perilaku Menyimpang
  1. Penyimpangan harus dapat didefinisikan.
  2. Tidak sesuai dengan nilai dan norma.
  3. Dilakukan individu/kelompok dan umumnya menjurus pada perbuatan tidak baik.
  4. Pelakunya dapat diberi hukumam/sanksi.
  5. Penyimpangan dapat diterima atau ditolak.
  6. Penyimpangan relatif dan mutlak.
  7. Penyimpangan terhadap budaya nyata/ideal.
  8. Penyimpangan bersifat menyesuaikan.

C. Penyebab Perilaku Menyimpang
  1. Sosialisasi Tidak Sempurna, terjadi karena media sosialisasi primer (keluarga) mengalami malfungsi. Malfungsi tersebut bisa terjadi karena adanya perceraian, orang tua terlalu sibuk bekerja, dan lain sebagainya.
  2. Pengaruh Sub Kebudayaan Menyimpang, terjadi karena individu berada di suatu lingkungan yang menganut kebudayaan yang menyimpang di mata masyarakat pada umumnya sehingga individu tersebut akan terpengaruh.
  3. Alasan-alasan lain seperti permasalahan ekonomi, tingkat pendidikan rendah, dan lain sebagainya.

D. Sifat-sifat Penyimpangan
  1. Bersifat Positif, dianggap tidak lazim di masyarakat namun dampaknya positif. Contoh: Perempuan yang menjadi supir truk.
  2. Bersifat Negatif, dianggap tidak lazim, berdampak negatif di masyarakat, dan mengganggu sistem sosial. Contoh: Mencuri, membunuh, dan lain sebagainya.

E. Jenis Perilaku Menyimpang

  1. Berdarkan Sanksi atau Reaksi Masyarakat

Nilai dan Norma Sosial

NILAI SOSIAL

Nilai merupakan kumpulan sikap yang diwujudkan melalui perilaku sosial yang dianggap baik dan abstrak. Nilai sosial adalah prinsip standar yang berharga dan diinginkan oleh masyarakat yang memegangnya.

Jenis Nilai Sosial

Berdasarkan ciri cirinya: 
  • nilai dominan,  nilai yang dianggap lebih penting dari nilai lainnya
  • nilai instrumental, nilai yang bersifat lentur terhadap adanya hukum dan biasanya terdapat pada kelompok primer yang memiliki rasa empati sesama anggotanya
  • nilai yang mendarah daging, nilai yang dianggap menjadi nilai kebiasaan atau menjadi nilai kepribadian
Menurut Prof. Notonegoro:
  • Nilai Material, segala sesuatu yang dimanfaatkan untuk kebutuhan fisik
  • Nilai Vital, segala sesuatu yang berguna bagi manusia agar dapat melakukan aktivitas
  • Nilai Rohani, segala sesuatu yang berguna bagi pemenuhan kebutuhan rohani
Menurut Clyde Kluckhohn
  • nilai mengenai hakikat hidup pokok manusia
  • nilai mengenai hakikat karya manusia
  • nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
  • nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam sekitar
  • nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya

Tuesday, May 8, 2012

Sosiologi Sebagai Ilmu

Objek Kajian Sosiologi
  • Sosiologi berasal dari kata socios (teman) dan logos (berbicara)
  • Lambat laun ilmu sosiologi meluas mempelajari masyarakat dan interaksi di dalamnya.
  • Objek kajian sosiologi adalah masyarakat (kelompok manusia yang hidup bersama dalam satu wilayah dan memiliki aturan yang jelas).
Kegunaan Sosiologi
  • Sebagai solusi masalah sosial.
  • Sebagai bahan perencanaan dan pembangunan sosial.
  • Sebagai bahan pembuatan keputusan.
Metode Dalam Sosiologi
  • Metode Kuantitatif: meneliti fakta yang bisa diukur dengan angka (skala, formula, tabel,dll).
  • Metode Kualitatif: meneliti fenomena yang tidak bisa diukur dengan angka (kualitas).
  • Metode Deduktif: pendekatan dari hal hal yang bersifat umum  ke hal hal khusus.
  • Metode Induktif: pendekatan dari hal hal yang bersifat khusus ke hal hal yang bersifat umum.