SEMOGA SEMUA PEMBACA SODASOSIAL BISA MENGERJAKAN UN DENGAN LANCAR DAN MENDAPAT NILAI YANG DIINGINKAN, AMIIIN

Wednesday, May 9, 2012

Perilaku Menyimpang

A. Pengertian

Perilaku individu/kelompok yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

B. Ciri-ciri Perilaku Menyimpang
  1. Penyimpangan harus dapat didefinisikan.
  2. Tidak sesuai dengan nilai dan norma.
  3. Dilakukan individu/kelompok dan umumnya menjurus pada perbuatan tidak baik.
  4. Pelakunya dapat diberi hukumam/sanksi.
  5. Penyimpangan dapat diterima atau ditolak.
  6. Penyimpangan relatif dan mutlak.
  7. Penyimpangan terhadap budaya nyata/ideal.
  8. Penyimpangan bersifat menyesuaikan.

C. Penyebab Perilaku Menyimpang
  1. Sosialisasi Tidak Sempurna, terjadi karena media sosialisasi primer (keluarga) mengalami malfungsi. Malfungsi tersebut bisa terjadi karena adanya perceraian, orang tua terlalu sibuk bekerja, dan lain sebagainya.
  2. Pengaruh Sub Kebudayaan Menyimpang, terjadi karena individu berada di suatu lingkungan yang menganut kebudayaan yang menyimpang di mata masyarakat pada umumnya sehingga individu tersebut akan terpengaruh.
  3. Alasan-alasan lain seperti permasalahan ekonomi, tingkat pendidikan rendah, dan lain sebagainya.

D. Sifat-sifat Penyimpangan
  1. Bersifat Positif, dianggap tidak lazim di masyarakat namun dampaknya positif. Contoh: Perempuan yang menjadi supir truk.
  2. Bersifat Negatif, dianggap tidak lazim, berdampak negatif di masyarakat, dan mengganggu sistem sosial. Contoh: Mencuri, membunuh, dan lain sebagainya.

E. Jenis Perilaku Menyimpang

  1. Berdarkan Sanksi atau Reaksi Masyarakat

  1. Penyimpangan Primer, bersifat sementara/temporer, dapat diterima oleh masyarakat, sanksinya ringan. Contoh: Menyontek saat ujian
  2. Penyimpangan Sekunder, sering dilakukan/sudah menjadi kebiasaan, tidak dapat diterima oleh masyarakat, sanksinya berat. Contoh: Merampok, berjudi, dan lain sebagainya.
  2. Berdasarkan Jumlah Pelaku
  1. Penyimpangan Individu, dilakukan oleh satu individu saja. Contoh: Aksi pencurian solo di sebuah mall.
  2. Penyimpangan Kelompok, dilakukan secara berkelompok. Contoh: Sekawanan perompak membajak kapal barang.
  3. Berdasarkan Jenis Norma
  1. Kenakalan, penyimpangan sosial, biasanya dilakukan oleh anak dan remaja. Contoh: Membolos sekolah.
  2. Kejahatan, penyimpangan terhadap norma hukum. Contoh: Korupsi.
  4. Berdasarkan Kondisi dan Niat Pelaku
  1. Penyimpangan Situasional, pelaku melakukan penyimpangan karena adanya pengaruh kekuatan diluar dirinya dan memaksanya berbuat menyimpang. Contoh: Seorang ayah terpaksa mencuri karena anaknya butuh susu dan kebetulan ia melihat ada peluang mencuri motor tetangganya.
  2. Penyimpangan Sistematik, penyimpangan yang terencana dengan sistematis oleh suatu organisasi maupun kelompok dengan perilaku menyimpang yang dibenarkan oleh seluruh anggota kelompok. Contoh: Korupsi berjamaah di suatu instansi pemerintah.

F. Macam Perilaku Menyimpang Menurut Robert M.Z. Lawang
  1. Perilaku menyimpang yang dianggap sebagai kejahatan/kriminal (Mencuri, Membunuh).
  2. Penyimpangan seksual (Fetisisme, Homoseksual, Eksibisionisme).
  3. Penyimpangan gaya hidup (Hedonisme, Atheisme, Westernisasi).
  4. Penyimpangan dalam bentuk penggunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras.

G. Teori Terjadinya Perilaku Menyimpang
 
  1. Berdasarkan Sudut Pandang Sosiologi
  1. Teori Sosiologi, jika seseorang melihat orang lain melakukan penyimpangan, maka orang tersebut mungkin akan berperilaku menyimpang juga (meniru).
  2. Teori Anomie, ketiadaan norma yang bisa dipegang teguh oleh anggota masyarakat sehingga masyarakat tidak terkendali dan berperilaku menyimpang. Contoh: Di wilayah yang dilanda perang, tidak ada aparat hukum yang mengawasi, fungsi tokoh masyarakatpun tidak lagi efektif sehingga perilaku menyimpang cenderung terjadi.
  3. Teori Pergaulan Berbeda, penyimpangan yang terjadi karena pergaulan dengan sekelompok orang yang sudah berperilaku menyimpang. Contoh: seorang remaja yang menjadi pemabuk setelah bergaul dengan sekawanan remaja pemabuk lainnya.
  4. Teori Labeling, seseorang awalnya hanya melakukan penyimpangan yang bersifat primer, namun karena adanya cap/label dari masyarakat, orang tersebut akhirnya melakukan penyimpanga secara kontinu dan menjadi kebiasaan. Contoh: seorang anak awalnya hanya mencoba memakai lipstik, kemudian ia dicap oleh temannya sebagai banci. Selanjutnya ia merasa dirinya banci dan akhirnya melakukan penyimpangan tersebut secara kontinu dan menjadi kebiasaan.
  2. Berdasarkan Sudut Pandang Psikologi
  • Gangguan kepribadian/gangguan psikologis menyebabkan perilaku menyimpang.
  3. Berdasarkan Sudut Pandang Biologi
  • Menurut teori ini, faktor biologis berpengaruh terhadap terjadinya penyimpangan perilaku pada diri seseorang. Seseorang dengan bentuk badan tertentu memiliki kecenderungan untuk melakukan penyimpangan.
  4. Berdasarkan Sudur Pandang Kriminologi
  1. Teori Konflik, kesenjangan antar kelas sosial, pertentangan norma dari kebudayaan berbeda, dan lain sebagainya.
  2. Teori Pengendalian, perilaku seseorang dikendalikan oleh nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
REMINDER:
  • Untuk bab ini, soal biasanya dibuat dalam bentuk studi kasus. Untuk itu diperlukan pemahaman yang mendalam utamanya tentang bentuk, macam, dan sifat perilaku menyimpang.
  • Perbanyaklah latihan soal untuk memperdalam pemahaman dan untuk membiasakan diri dengan variasi studi kasus dalam soal.

No comments:

Post a Comment